Pages

Subscribe:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label cerita sebelum tidur. Show all posts
Showing posts with label cerita sebelum tidur. Show all posts

Wednesday, June 26, 2013

asal mula Danau Toba [dongeng]


Pada zaman dahulu di suatu desa di Sumatera Utara hiduplah seorang petani bernama Toba yang menyendiri di sebuah lembah yang landai dan subur. Petani itu mengerjakan lahan pertaniannya untuk keperluan hidupnya.

Selain mengerjakan ladangnya, kadang-kadang lelaki itu pergi memancing ke sungai yang berada tak jauh dari rumahnya. Setiap kali dia memancing, mudah saja ikan didapatnya karena di sungai yang jernih itu memang banyak sekali ikan. Ikan hasil pancingannya dia masak untuk dimakan.

Pada suatu sore, setelah pulang dari ladang lelaki itu langsung pergi ke sungai untuk memancing. Tetapi sudah cukup lama ia memancing tak seekor iakan pun didapatnya. Kejadian yang seperti itu,tidak pernah dialami sebelumnya. Sebab biasanya ikan di sungai itu mudah saja dia pancing. Karena sudah terlalu lama tak ada yang memakan umpan pancingnya, dia jadi kesal dan memutuskan untuk berhenti saja memancing. Tetapi ketika dia hendak menarik pancingnya, tiba-tiba pancing itu disambar ikan yang langsung menarik pancing itu jauh ketengah sungai. Hatinya yang tadi sudah kesal berubah menjadi gembira, Karena dia tahu bahwa ikan yang menyambar pancingnya itu adalah ikan yang besar.


Setelah beberapa lama dia biarkan pancingnya ditarik ke sana kemari, barulah pancing itu disentakkannya, dan tampaklah seekor ikan besar tergantung dan menggelepar-gelepar di ujung tali pancingnya. Dengan cepat ikan itu ditariknya ke darat supaya tidak lepas. Sambil tersenyum gembira mata pancingnya dia lepas dari mulut ikan itu. Pada saat dia sedang melepaskan mata pancing itu, ikan tersebut memandangnya dengan penuh arti. Kemudian, setelah ikan itu diletakkannya ke satu tempat dia pun masuk ke dalam sungai untuk mandi. Perasaannya gembira sekali karena belum pernah dia mendapat ikan sebesar itu. Dia tersenyum sambil membayangkan betapa enaknya nanti daging ikan itu kalau sudah dipanggang. Ketika meninggalkan sungai untuk pulang kerumahnya hari sudah mulai senja.

Setibanya di rumah, lelaki itu langsung membawa ikan besar hasil pancingannya itu ke dapur. Ketika dia hendak menyalakan api untuk memanggang ikan itu, ternyata kayu bakar di dapur rumahnya sudah habis. Dia segera keluar untuk mengambil kayu bakar dari bawah kolong rumahnya. Kemudian, sambil membawa beberapa potong kayu bakar dia naik kembali ke atas rumah dan langsung menuju dapur.

Pada saat lelaki itu tiba di dapur, dia terkejut sekali karena ikan besar itu sudah tidak ada lagi. Tetapi di tempat ikan itu tadi diletakkan tampak terhampar beberapa keping uang emas. Karena terkejut dan heran mengalami keadaan yang aneh itu, dia meninggalkan dapur dan masuk kekamar.

Ketika lelaki itu membuka pintu kamar, tiba-tiba darahnya tersirap karena didalam kamar itu berdiri seorang perempuan dengan rambut yang panjang terurai. Perempuan itu sedang menyisir rambutnya sambil berdiri menghadap cermin yang tergantung pada dinding kamar. Sesaat kemudian perempuan itu tiba-tiba membalikkan badannya dan memandang lelaki itu yang tegak kebingungan di mulut pintu kamar. Lelaki itu menjadi sangat terpesona karena wajah perempuan yang berdiri dihadapannya luar biasa cantiknya. Dia belum pernah melihat wanita secantik itu meskipun dahulu dia sudah jauh mengembara ke berbagai negeri.


Karena hari sudah malam, perempuan itu minta agar lampu dinyalakan. Setelah lelaki itu menyalakan lampu, dia diajak perempuan itu menemaninya kedapur karena dia hendak memasak nasi untuk mereka. Sambil menunggu nasi masak, diceritakan oleh perempuan itu bahwa dia adalah penjelmaan dari ikan besar yang tadi didapat lelaki itu ketika memancing di sungai. Kemudian dijelaskannya pula bahwa beberapa keping uang emas yang terletak di dapur itu adalah penjelmaan sisiknya. Setelah beberapa minggu perempuan itu menyatakan bersedia menerima lamarannya dengan syarat lelaki itu harus bersumpah bahwa seumur hidupnya dia tidak akan pernah mengungkit asal usul istrinya myang menjelma dari ikan. Setelah lelaki itu bersumpah demikian, kawinlah mereka.

Setahun kemudian, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Samosir. Anak itu sngat dimanjakan ibunya yang mengakibatkan anak itu bertabiat kurang baik dan pemalas.

Setelah cukup besar, anak itu disuruh ibunya mengantar nasi setiap hari untuk ayahnya yang bekerja di ladang. Namun, sering dia menolak mengerjakan tugas itu sehingga terpaksa ibunya yang mengantarkan nasi ke ladang.

Suatu hari, anak itu disuruh ibunya lagi mengantarkan nasi ke ladang untuk ayahnya. Mulanya dia menolak. Akan tetapi, karena terus dipaksa ibunya, dengan kesl pergilah ia mengantarkan nasi itu. Di tengah jalan, sebagian besar nasi dan lauk pauknya dia makan. Setibanya diladang, sisa nasi itu yang hanya tinggal sedikit dia berikan kepada ayahnya. Saat menerimanya, si ayah sudah merasa sangat lapar karena nasinya terlambat sekali diantarkan. Oleh karena itu, maka si ayah jadi sangat marah ketika melihat nasi yang diberikan kepadanya adalah sisa-sisa. Amarahnya makin bertambah ketika anaknya mengaku bahwa dia yang memakan sebagian besar dari nasinya itu. Kesabaran si ayah jadi hilang dan dia pukul anaknya sambil mengatakan: “Anak kurang ajar. Tidak tahu diuntung. Betul-betul kau anak keturunan perempuan yang berasal dari ikan!”

Sambil menangis, anak itu berlari pulang menemui ibunya di rumah. Kepada ibunya dia mengadukan bahwa dia dipukuli ayahnya. Semua kata-kata cercaan yang diucapkan ayahnya kepadanya di ceritakan pula. Mendengar cerita anaknya itu, si ibu sedih sekali, terutama karena suaminya sudah melanggar sumpahnya dengan kata-kata cercaan yang dia ucapkan kepada anaknya itu. Si ibu menyuruh anaknya agar segera pergi mendaki bukit yang terletak tidak begitu jauh dari rumah mereka dan memanjat pohon kayu tertinggi yang terdapat di puncak bukit itu. Tanpa bertanya lagi, si anak segera melakukan perintah ibunya itu. Dia berlari-lari menuju ke bukit tersebut dan mendakinya.

Ketika tampak oleh sang ibu anaknya sudah hampir sampai ke puncak pohon kayu yang dipanjatnya di atas bukit , dia pun berlari menuju sungai yang tidak begitu jauh letaknya dari rumah mereka itu. Ketika dia tiba di tepi sungai itu kilat menyambar disertai bunyi guruh yang megelegar. Sesaat kemudian dia melompat ke dalam sungai dan tiba-tiba berubah menjadi seekor ikan besar. Pada saat yang sama, sungai itu pun banjir besar dan turun pula hujan yang sangat lebat. Beberapa waktu kemudian, air sungai itu sudah meluap kemana-mana dan tergenanglah lembah tempat sungai itu mengalir. Pak Toba tak bisa menyelamatkan dirinya, ia mati tenggelam oleh genangan air. Lama-kelamaan, genangan air itu semakin luas dan berubah menjadi danau yang sangat besar yang di kemudian hari dinamakan orang Danau Toba. Sedang Pulau kecil di tengah-tengahnya diberi nama Pulau Samosir.

Tuesday, June 25, 2013

Cerita Pengembara

Dua orang pengembara berjalan bersama di suatu jalan, dan salah satu pengembara tersebut menemukan sebuah kantung yang penuh berisikan uang.
“Betapa beruntungnya saya!” katanya, “Saya telah menemukan sebuah kantung berisi uang. Menimbang dari beratnya, saya rasa kantung ini pasti penuh dengan uang emas.”
“Jangan bilang ‘SAYA telah menemukan sekantung uang’,” kata temannya. “Lebih baik kamu mengatakan ‘KITA telah menemukan sekantung uang’. Pengembara selalu berbagi rasa dengan pengembara lainnya, baik itu dalam susah maupun senang.”
“Tidak, tidak,” kata pengembara yang menemukan uang, dengan marah. “SAYA menemukannya dan SAYA akan menyimpannya sendiri.”
Saat itu mereka mendengarkan teriakan teriakan di belakang mereka “Berhenti, pencuri!” dan ketika mereka melihat ke belakang, mereka melihat sekumpulan orang yang terlihat marah dan membawa pentungan kayu dan tongkat, berlari ke arah mereka.
Pengembara yang menemukan uang tadi langsung menjadi ketakutan.
“Celakalah kita jika mereka melihat kantung uang ini ada pada kita,” katanya dengan ketakutan.
“Tidak, tidak,” jawab pengembara yang satu, “kamu tidak mengatakan ‘KITA’ sewaktu menemukan sekantung uang, sekarang tetaplah menggunakan kata ‘SAYA’, kamu seharusnya berkata ‘celakalah SAYA’”.
Dan sekumpulan orang yang marah itu pun segera menangkap si pengembara yang menemukan uang.

Cerita Ramadhan

Pada zaman dahulu, di sebuah negeri yang terletak di Timur Tengah (Arabia) ada seorang raja yang suka bersantap dengan makanan yang lezat dan nikmat.
Suatu ketika Raja ingin bersantap dengan hidangan ikan yang lezat. Para pelayan dikerahkan untuk mengumpulkan ikan sebanyak-banyaknya.
Ikan itu dikumpulkan di dapur istana. Seorang pelayan melihat ada ikan kecil yang manis sekali diantara kumpulan ikan di dapur, ikan kecil itu ternyata masih hidup. Si pelayan merasa kasihan.
Dia berpikir, jumlah ikan sangatlah banyak, tentu Raja tidak akan merasa kehilangan jika ia mengambil ikan kecil itu. Lalu dimasukkannya ikan itu ke dalam jambangan.
Beberapa hari kemudian Permaisuri melihat ikan itu. Ia sangat tertarik. Dibawanya ikan itu ke istana dijadikan binatang hias kesayangannya.
Sungguh ajaib, hanya dalam tempo seminggu ikan itu sudah menjadi besar. Jambangan tak cukup lagi memuat tubuhnya. Terpaksa Permaisuri memasukkannya ke dalam akuarium.
Namun beberapa hari kemudian ikan itu sudah membesar lagi. Tubuhnya lebih panjang dari akuarium, terpaksa ia dipindah ke dalam kolamistana. Ikan itu nampak senang dan badannya terus saja bertambah besar.
Karena tubuhnya yang terus membesar maka ikan itu tidak lagi nampak manis, melainkan nampak menyeramkan.
Ketika proses pembesaran sudah selesai dia selalu nampak merenung di sudut kolam. Tak mau berenang lagi.
“Apa yang kau pikirkan?” tanya Permaisuri saat melihat ikannya nampak sedih.
Ikan itu mengangkat hidungnya dan menjawab. “Aku bosan sendirian di dalam kola mini. Tak ada yang bisa kukerjakan. Aku ingin kawin, tapi aku tak mau kawin dengan ikan, aku ingin kawin dengan seorang gadis muda.”
Permaisuri sangat kaget mengetahui ikan itu ternyata dapat berbicara, lebih kaget lagi manakala mengetahui permintaan ikan yang dianggap sangat mustahil itu. Ikan ingin kawin dengan manusia?
Meski permintaan itu sangat tidak masuk akal, tapi Permaisuri tetap berusaha memenuhinya. Ia menyuruh pengawal untuk menyebarkan pengumuman kepada seluruh rakyatnya bahwa siapa saja gadis yang mau kawin dengan ikan kesayangannya maka akan dihadiahi harta berlimpah. Tetapi siapakah yang mau kawin dengan seekor ikan? Tentu saja tidak ada yang bersedia.
Sementara itu dinegeri lain, ada seorang janda tua yang kejam. Dia mendengar pengumuman sang Permaisuri. Janda ini punya anak kandung, seorang gadis berwajah jelek dan berkelakuan buruk. Dia juga punya anak tiri bernama Karin. Ayah Karin, suami si janda sudah lama meninggal dunia. Karin selalu diperlakukan dengan kejam dan tidak berperikemanusiaan.
Karin menangis tersedu-sedu karena ibu tirinya itu bermaksud menyerahkannya kepada Permaisuri untuk dikawinkan dengan seekor ikan.
Sebelum dibawa ke istana Karin disuruh mencucui semua pakaiannya dan mandi yang bersih.
Usai mencuci dan mandi ia duduk termenung dalam kesedihan.
“Mengapa aku harus kawin dengan seekor ikan?” gumamnya putus asa. Percuma menolak perintah ibunya, pasti ibu tirinya itu akan menghajar dan menyiksanya habis-habisan. Tak terasa air matanya bercucuran.
Saat termenung sedih tiba-tiba seekor katak meloncat dari balik batu. “Gadis cantik, kenapa kau menangis?”
Ketika Karin menceritakan nasibnya yang malang katak itu justru mentertawakannya.
“Gadis cantik,” kata si Katak. “Jangan khawatir, sebenarnya ibu tirimu hendak mencelakakanmu, tapi nasibmu bahkan akan menjadi baik dan menyenangkan. Dengarkan pesanku ini.”
Katak itu memberikan tiga butir kerikil kepada Karin sembari berkata, “Sebelum menikah dengan ikan itu, duduklah di kolam. Dia akan muncul kepermukaan. Pada saat itu masukkan sebutir kerikil ini ke dalam mulutnya. Dia tidak akan bisa menelanmu, tapi awas, jangan sampai kau tertidur di tepi kolam.”
Demikianlah, setelah persiapan selesai Karin dibawa pergi keistana. Sampai di istana dia diberi pakaian yang indah-indah, diberi perhiasan dan disediakan untuknya pondok mungil di tepi kolam.
Permaisuri berkata, “Kau harus duduk sendirian di tepi kolam, ikanku akan melihat calon istrinya.”
Dengan hati berdebar Karin duduk di tepi kolam. Tak berapa lama muncullah sebuah kepala yang bentuknya mengerikan. Secepatnya ia lempar sebutir kerikil ke dalam mulut ikan itu. Ikan itu menyelam tapi mendadak muncul lagi dengan mulut menganga. Karin melemparkan butir kerikil kedua dan ikan itu menyelam lagi.
Tak lama kemudian ikan itu muncul lagi, sekuat tenaga Karin melemparkan butir kerikil ketiga ke dalam mulut ikan. Kali ini ikan itu tidak menyelam lagi melainkan terdengar suara menggelegar, air kolam bergolak lalu dihadap Karin berdiri seorang Pangeran yangsangat tampan.
“Benarkah penglihatan saya ini…” gumam Karin seakan tak percaya.
“Benar, aku sebenarnya seorang Pangeran yang kena sihir oleh orang jahat. Berkat bantuanmu aku kembali menjadi manusia. Terima kasih Karin.”
Atas bantuan Permaisuri kedua remaja yang saling jatuh cinta ini dinikahkan, lalu diantarkan ke negeri asal Pangeran. Mereka hidup berbahagia. Sementara ibu tiri Karin menyesal bukan kepalang, ternyata nasib Karin lebih baik ketimbang nasib anak-anaknya.

Cerita Ramadhan

Seandainya saja bunuh diri itu halal, saya pasti lakukan dulu sebelum jenazah putra saya satu-satunya dan istri dikuburkan. Untuk apa lagi saya hidup ketika seluruh keluarga saya yang selama ini menjadi penghibur hati dan harapan saya telah pergi meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya. Ketika saya bertanya pada Pak Haji yang membesarkan hati waktu itu, ia hanya diam saja. Saat histeris dan berteriak-teriak marah pada diri sendiri yang tak bisa mencegah musibah itu, tetap saja tak seorangpun berkata apa tujuan hidup saya berikutnya selain kata-kata membujuk untuk sabar. Sabar? Untuk apa?
Saya seorang suami, menikahi wanita Aceh yang baik hati. Ia tak terlalu cantik, tapi orangnya sangat baik dan benar-benar polos. Saat menikahinya, gadis Aceh itu masih sangat muda. Umurnya saja baru 17 tahun dan baru tamat SMU. Saya memboyongnya ke Jakarta setelah berhenti bekerja di Aceh. Sayangnya saat bencana tsunami melanda Meulaboh, seluruh keluarga istri saya menghilang tanpa jejak. Waktu saya dan istri berhasil mencapai kota itu beberapa minggu setelah bencana, tak ada yang tersisa selain lantai keramik rumah yang juga terkelupas sebagian. Istri saya sempat shock hebat. Tapi akhirnya kami bisa melewati masa-masa itu dengan saling menguatkan.
Lama sekali kami baru dikaruniai seorang anak, karena istri saya memiliki kista endometrium. Kami sempat berobat di dokter, tapi harus dioperasi. Istri saya tidak berani menjalani operasi, lalu kami pun pindah ke pengobatan alternatif. Setelah menjalani pengobatan lebih dari setahun, barulah istri hamil. Tepatnya lima tahun setelah menikah, istri saya melahirkan seorang anak laki-laki. Saya bangga bukan main karena anak itu terlahir dengan ukuran tubuh hampir 4 kg. Hebatnya lagi, istri saya melahirkan normal.
Pekerjaan saya yang baru juga sekarang benar-benar mengangkat ekonomi keluarga kami. Saya bisa membeli rumah dan mobil di tahun yang sama setelah Raihan lahir. Kebanggaan saya makin lengkap ketika Raihan terpilih sebagai pemenang lomba bayi sehat.
Dua tahun berlalu, Raihan tumbuh jadi anak yang aktif. Dia sudah pandai bicara, hanya bisa tidur kalau saya yang menidurkannya. Makanya saya pun membeli rumah dekat kantor, agar tiap siang bisa pulang sebentar untuk mengurus Raihan. Kata orang-orang, Raihan mirip sekali dengan Bapaknya. Setali tiga uang dalam segala hal. Raihan memang manja sekali sama saya. Kalau hanya bersama Ibunya, dia biasa-biasa saja tapi begitu saya datang, maka penyakit manjanya langsung kambuh. Maunya digendong saja. Saat itu Raihan suka sekali kalau digelitiki, tertawanya bisa kedengaran sampai ke seluruh kompleks. Saya sering membawanya digendong di pundak sambil berkeliling kompleks dan menyapa para tetangga. Semua orang bilang, duh cakepnya Raihan ini. Raihan memang mewarisi mata Ibunya dan rambut ikal saya yang tebal. Kulitnya putih dan badannya tak terlalu gemuk.
Saya pikir hidup saya sudah sangat sempurna. Istri yang manis, anak yang ganteng dan tambah lengkap lagi ketika istri saya memberitahu kalau ia sudah terlambat haid dua bulan. Waktu itu saya berniat mengajaknya ke dokter untuk periksa. Saya berharap, kali ini dia melahirkan anak perempuan agar melengkapi kebahagiaan saya. Tapi karena di kantor lagi sibuk, saya memintanya pergi sendiri dengan taksi.
Istri saya bilang saat itu, dia maunya saya yang mengantar. Karena itu saya pun mengalah dan berjanji nanti akhir minggu itu kami ke dokter.
Siapa sangka itulah awal malapetaka. Saat tidak ada orang di rumah, istri dan anak saya mengalami musibah. Saya tak bisa dihubungi karena saat itu berada dalam pesawat. Saya melakukan perjalanan dinas ke Nusa Tenggara Barat. Ketika sampai, saya hanya dikabari kalau istri dalam keadaan koma di rumah sakit. Detik itu juga saya memburu tiket untuk pulang ke Jakarta. Di bandara, saya menghubungi handphone istri. Tapi yang menjawab Bapak saya yang meminta saya pulang ke rumah. Padahal saya mau langsung ke rumah sakit melihat istri. Bapak hanya meminta saya pulang dulu anak saya di rumah yang katanya memerlukan saya.
Sampai di rumah, lemas lutut saya ketika melihat bendera kuning kecil sudah berkibar di pagar rumah saya. Ketika itu saya mengira hanyalah istri yang pergi meninggalkan saya untuk selamanya. Tapi ternyata ketika masuk, dua jenazah berjajar menanti kepulangan saya. Saya bingung, jenazah siapa ini?
Bapak mencegah saya melihat kedua jenazah, tapi saya terus memaksa. Dan ketika melihat jenazah anak saya juga terbaring di samping jenazah istri saya, rasanya hati saya hancur bukan main menyaksikan dua orang yang paling saya sayangi sudah tiada. Bapak pun menceritakan apa yang terjadi sesungguhnya, kalau Istri saya mengalami pendarahan hebat, lalu ia meminta tolong tetangga kami untuk dibawa ke rumah sakit. Karena terburu-buru, mereka melewati lintasan kereta api tanpa mendengar sinyal kereta mau lewat. Dan ketiganya tewas di tempat, tertabrak kereta.
Saya marah sekali. Menyesali diri sendiri karena tak bisa mencegah musibah terberat dalam hidup saya. Minggu-minggu pertama itu, saya seperti orang gila dan terus berteriak-teriak marah. Bapak dan Ibu berkali-kali menyuruh saya untuk sholat. Tapi saya malah marah pada mereka dan menyalahkan mereka karena tak mau menemani istri saya saat saya tinggal keluar kota. Ibu dan Bapak sampai menangis mendengar kata-kata saya.
Setelah empat puluh hari lewat, Bapak tetap tak mengizinkan saya hidup sendirian di rumah. Dia masih tinggal bersama ibu. Bedanya ibu di kamarnya yang biasa kalau menginap di rumah saya, sementara saya dan Bapak selalu tidur di kamar tempat Raihan biasa bermain. Saya memang tidur melingkar terus di kasur tipis tempat Raihan biasa bergulingan sendiri. Beberapa kali timbul keinginan untuk mati menyusul mereka. Tapi  Bapak terus mendampingi saya. Dia sholat di samping saya, berzikir kalau sedang duduk menemani bahkan sesekali dia mencoba berbicara dengan saya. Tapi pikiran saya benar-benar kosong melompong, hati dan jiwa saya seperti ikut mati bersama keluarga saya.
Suatu subuh, saya terbangun dan sayup-sayup mendengar Bapak berzikir di dekat saya yang lagi tidur. Saya mendengar Bapak juga berdoa lama sekali, entah apa isi doanya tapi Bapak sampai terisak-isak menangis. Saya juga ikut meneteskan airmata dan baru menyadari kalau Raihan juga adalah cucu satu-satunya Bapak. Saya memang punya tiga orang adik, tapi baru saya yang sudah menikah dan punya anak.
Saya duduk dan menyentuh bahu Bapak. Bapak menoleh, tapi berusaha keras tersenyum. “Sholat, nak. Doakan anak dan istrimu, ya!”
Saat itulah, saya seperti disadarkan dari kesedihan. Saya pun bangkit dan untuk pertama kalinya setelah musibah saya sholat kembali. Saya menangis ketika berdoa, menyesal dan memohon ampun.
Bapak duduk di samping saya menunggu saya selesai sholat. Ketika selesai, Bapak dan saya duduk berdampingan seperti saya masih kecil dulu. Pelan-pelan Bapak menasehati saya.
“Kehilangan anak dan istrimu memang musibah besar dalam hidupmu, Nak. Tapi terus menerus menangisi mereka, itu perbuatan yang sia-sia. Di dunia ini kita hanya bersentuhan dengan dua hal, perbuatan baik atau perbuatan buruk. Itu saja. Karena Allah lebih mencintai anak dan istrimu, agar mereka berdua tak berbuat buruk dan berdosa lebih banyak itu sebabnya Allah mengambil dan menjaga mereka berdua. Ini juga sebagai ujian untukmu dan untuk kita sekeluarga. Apakah kita bisa bersama-sama keluar dari ujian kesabaran ini dan menjadi semakin beriman, atau malah jatuh menjadi hambaNya yang berputus asa?”
“Kalau mau jujur, Bang. Andaikata Bapak ini bisa menangis darah, maka darahlah yang keluar dari mata ini, Nak. Bapak juga sakit di dalam hati sini karena Bapak juga sayang pada menantu Bapak yang soleha dan anakmu yang gagah itu. Tapi seluruh kebahagiaan dunia itu fana. Kebahagiaan sesungguhnya nanti di surga, anakku.  Almarhumah istri dan anakmu sudah menantimu di pintu surga. Maukah kau bertahan tetap hidup di dunia dan menjalani hidup yang lebih baik agar nanti bisa bertemu mereka lagi? Dengan mendekatkan diri pada Illahi, insya Allah kau juga bisa melewati ujian ini dengan mudah. Jangan sia-siakan penantian mereka di sana dengan membuat dirimu terjerumus dosa, Bang.”
Saya menangis, kali ini bukan karena kehilangan tapi menyesali perbuatan saya selama ditinggalkan orang-orang tercinta. Saya bukannya mendekatkan diri dengan mereka, tapi malah semakin menjauhi mereka. Mereka menanti saya di pintu surga, saya malah berjalan menuju neraka. Saya pun berjanji pada Bapak untuk berubah. Dan sekarang sudah berbulan-bulan berlalu dari hari yang malang itu, saya masih belum bisa melupakan kenangan indah keluarga saya itu, hanya sekarang saya terus berupaya tetap berada di jalan yang lurus, jalan di mana kelak berujung dengan surga tempat kedua orang yang saya cintai menunggu.

Saturday, June 8, 2013

50 Bangunan aneh di dunia

1. The Crooked House (Sopot, Belanda)

Pembangunan dimulai pada bulan Januari 2003 dan selesai pada bulan Desember 2003. Arsitektur rumah ini didasarkan pada Jan Marcin Szancer (artis terkenal Polandia dan juga ilustrator) dan Per Dahlberg (pelukis Swedia yang tinggal di Sopot).
The Crooked HouseImage via: brocha

2. Forest Spiral – Hundertwasser Building (Darmstadt, Jerman)

The Hundertwasser house "Waldspirale" ("Forest Spiral") dibangun di Darmstadt antara tahun 1998 dan 2000. Friedensreich Hundertwasser, arsitek Austria terkenal dan pelukis, dikenal orang umum sebagai revolusioner, desain arsitektur warna-warni nya yang di gabungkan secara acak, berbentuk organik, seperti kubah bawang.

Dengan 105 apartemen membungkus di sekitar halaman taman dengan sungai yang mengalir. Sampai di menara di sudut tenggara, ada sebuah restoran yang didalamnya ada bar cocktail.
Forest Spiral - Hundertwasser Building (Darmstadt, Germany)Image via: Kikos Dad

3. The Torre Galatea Figueras (Spanyol)

The Torre Galatea Figueras (Spain)Image via: manuelfloresv

4. Ferdinand Cheval Palace a.k.a Ideal Palace (Francis)

Ferdinand Cheval Palace a.k.a Ideal Palace (France)Image via: Mélisande*

5. The Basket Building (Ohio, United States)

The Longaberger Basket dibangun di Newark, Ohio.mungkin hanya sebuah bangunan kantor aneh di dunia. Bangunan dengan luas 180.000 meter persegi, sebuah replika keranjang belanja dari sebuah perusahaan,menghabiskan biaya $ 30 juta dan membutuhkan waktu dua tahun untuk menyelesaikannya. Banyak ahli mencoba membujuk Dave Longaberger untuk mengubah rencananya, tapi ia ingin replika yang tepat dari hal yang nyata.
The Basket Building (Ohio, United States)Image via: addicted Eyes

6. Kansas City Public Library (Missouri, Amerika Serikat)

Bangunan ini, terletak di jantung Kansas City, merupakan salah satu proyek pelopor di balik revitalisasi pusat kota.

Orang-orang dari Kansas City diminta untuk membantu memilih buku yang sangat berpengaruh yang mewakili Kansas City. judul buku yang mereka pilih dimasukkan sebagai 'bookbindings' dalam desain inovatif dari garasi parkir eksterior, untuk mengilhami orang untuk memanfaatkan Perpustakaan pusat kota.
Kansas City Public Library (Missouri, United States)Image via: jonathan_moreau

7. Wonderworks (Pigeon Forge, TN, Amerika Serikat)

Wonderworks (Florida, United States)

8. Habitat 67 (Montreal, Kanada)

Expo 67, salah satu pameran universal terbesar di dunia yang diadakan di Montreal. Dan thema utama dari Pameran ini adalah tentang perumahan

Kubus adalah dasar, berarti dan finalitas bagi Habitat 67. Dalam arti materialnya, kubus merupakan simbol stabilitas. Adapun makna mistis nya, kubus adalah simbol kebijaksanaan, kebenaran, kesempurnaan moral, dan asal usul diri dari peradaban kita.

354 kubus abu-abu yang sangat megah dibangun diatas yang lain untuk membentuk 146 tempat tinggal yang terletak antara langit dan bumi, antara kota dan sungai, antara hijau dan cahaya(rumput dan matahari).
Habitat 67 (Montreal, Canada)Image via: ken ratcliff

9. Cubic Houses (Rotterdam, Belanda)

Ide asli dari rumah-rumah kubik ini muncul pada 1970-an. Piet Blom telah membangun beberapa rumah-rumah kubik seperti ini yang dibangun di Helmond.

Kota Rotterdam memintanya untuk mendesain perumahan di atas jembatan penyeberangan dan ia memutuskan untuk menggunakan ide rumah kubik. Konsep di balik rumah-rumah ini adalah bahwa ia mencoba untuk menciptakan sebuah hutan oleh masing-masing kubus mewakili pohon abstrak, sehingga seluruh desa menjadi hutan.
Cubic Houses (Rotterdam, Netherlands)Image via: vpzone

10. Hang Nga Guesthouse a.k.a Crazy House (Vietnam)

Rumah ini dimiliki oleh putri mantan presiden Vietnam, yang belajar arsitektur di Moskow.

Ini tidak sesuai dengan konvensi tentang arsitektur pembangunan rumah, memiliki tikungan-tikungan tak terduga di dalamnya. Ini tampak seperti sebuah kastil dongeng, ia memiliki bentuk seperti jerapah dan laba-laba, tidak ada jendela persegi panjang atau bulat, dan dapat dikunjungi seperti museum.
Hang Nga Guesthouse a.k.a Crazy House (Vietnam)Image via: JonasPhoto

11. Chapel in the Rock (Arizona, Amerika Serikat)

Chapel in the Rock (Arizona, United States)Image via: santanartist

12. Dancing Building (Prague, Republik Cheko)

Dancing Building (Prague, Czech Republic)Image via: jemil75

13. Calakmul building a.k.a La Lavadora a.k.a The Washing Mashine (Mexico, Mexico)

Calakmul building a.k.a La Lavadora a.k.a The Washing Mashine (Mexico, Mexico)Image via: marj k

14. Kettle House (Texas, Amerika Serikat)

Kettle House (Texas, United States)Image via: y luckyfukr

15. Manchester Civil Justice Centre (Manchester, Inggris)

Manchester Civil Justice Centre (Manchester, UK)Image via: tj.blackwell

16. Nakagin Capsule Tower (Tokyo, Jepang)

Nakagin Capsule Tower (Tokyo, Japan)Image via: pict_u_re

17. Mind House (Barcelona, Spanyol)

Mind House (Barcelona, Spain)Image via: angelocesare

18. Stone House (Guimarães, Portugal)

Stone House (Guimarães, Portugal)image via: Jsome1

19. Shoe House (Pennsylvania, Amerika Serikat)

Shoe House (Pennsylvania, United States)Image via: James Gordon

20. Weird House in Alps

Weird House in AlpsImage via: nicolasnova

21. The Ufo House (Sanjhih, Taiwan)

The Ufo House (Sanjhih, Taiwan)Image via: cypherone @ Taiwan

22. The Hole House (Texas, Amerika Serikat)

The Hole House (Texas, United States)Image via: melinnis

23. Ryugyong Hotel (Pyongyang, Korea Utara)

Ryugyong Hotel (Pyongyang, North Korea)Image via: Pricey

24. The National Library (Minsk, Belarus)

The National Library (Minsk, Belarus)Image via: ledsmagazine.com

25. Grand Lisboa (Macau)

Grand Lisboa (Macao)Image via: Michael McDonough

26. Wall House (Groningen, Belanda)

Wall House (Groningen, Netherlands)Image via: Liao Yusheng

27. Guggenheim Museum (Bilbao, Spanyol)

Guggenheim Museum (Bilbao, Spain)Image via: disgustipado

28. Bahá’í House of Worship a.k.a Lotus Temple (Delhi, India)

Bahá'í House of Worship a.k.a Lotus Temple (Delhi, India)Image via: MACSURAK

29. Container City (London, Inggris)

Container City (London, UK)Image via: y Fin Fahey

30. Erwin Wurm: House Attack (Viena, Austria)

Erwin Wurm: House Attack (Viena, Austria)Image via: Dom Dada

31. Wooden Gagster House (Archangelsk, Russia)

Wooden Gagster House (Archangelsk, Russia)Image via: deputy-dog.com

32. Air Force Academy Chapel (Colorado, United States)

Air Force Academy Chapel (Colorado, United States)Image via: dbking

33. Solar Furnace (Odeillo, Francis)

Solar Furnace (Odeillo, France)Image via: f2g2

34. Dome House (Florida, United States)

Dome House (Florida, United States)Image via: easement

35. Beijing National Stadium (Beijing, China)

Beijing National Stadium (Beijing, China)Image via: littlemalt

36. Fashion Show Mall (Las Vegas, United States)

Fashion Show Mall (Las Vegas, United States)Image via: b2tse

37. Luxor Hotel & Casino (Las Vegas, United States)

Luxor Hotel & Casino (Las Vegas, United States)Image via: wallyg

38. Zenith Europe (Strasbourg, Francis)

Zenith Europe (Strasbourg, France)Image via: Edouard55

39. Civic Center (Santa Monica)

Civic Center (Santa Monica)Image via: karenchu121

40. Mammy’s Cupboard (Natchez, MS, United States)

Mammy's Cupboard (Natchez, MS, United States)Image via: Live Simply

41. Pickle Barrel House (Grand Marais, Michigan, United States)

42. The Egg (Empire State Plaza, Albany, New York, United States)

The Egg (Empire State Plaza, Albany, New York, United States)Image via: iessi

43. Gherkin Building (London, UK)

Gherkin Building (London, UK)Image via: Lawrie Cate

44. Nord LB building (Hannover, Jerman)

Nord LB building (Hannover, Germany)Image via: iterby

45. Lloyd’s building (London, Inggris)

Lloyd’s building (London, UK)Image via: ryanfb

46. “Druzhba Holiday Center Hall (Yalta, Ukraina)

“Druzhba Holiday Center Hall (Yalta, Ukraine)Image via: Argenberg

47. Fuji television building (Tokyo, Japan)

Fuji television building (Tokyo, Japan)Image via: kamoda

48. UCSD Geisel Library (San Diego, California, United States)

UCSD Geisel Library (San Diego, California, United States)Image via: ewen and donabel

49. Ripley’s Building (Niagara Falls, Ontario, Canada)

Ripley's Building (Ontario, Canada)Image via: Bekah267

50. The Bank of Asia a.k.a Robot Building (Bangkok, Thailand)

The Bank of Asia a.k.a Robot Building (Bangkok, Thailand)Image via: hewy